Setelah tidur yang cukup, pagi itu kami menikmati breakfast roti bakar, nasi goreng + telur/omelet. YUM! Kemudian team diberi pilihan yang sama-sama menggiurkan : melanjutkan istirahat ATAU melihat penyu! ^^
Tapi karena salah satu anggota team kami mysteriously ada bengkak di kakinya, Ps. Dan menyarankan dia untuk mengunjungi dokter di Manado. Kebetulan ada kapal yang akan bertolak ke Manado, mengantar 1 lagi teman kami yang menyelesaikan tripnya di sini.
Secara spontan aku menawarkan diri untuk menemani ke Manado dan ke rumah sakit. She was my roommate at the time after all, dan walaupun dia adalah wanita yang sangat kuat dan mandiri *hehee*, nggak tega lah membiarkan cewek, sendirian, dengan kaki yang bengkak, cari dokter sendiri dan have to get back to Bunaken sendirian.
Jadi kami mengunjungi sebuah rumah sakit dan menemui dokter. PTL, tidak butuh penanganan lebih lanjut, although she did have to take some medication and take it easy on her ankles.
Kami kembali ke Bunaken untuk makan siang dan mandi, kemudian kami semua kembali ke Manado untuk nanti berangkat ke kota berikutnya.
Di Manado, kami menunggu di mall. Seolah kembali ke peradaban setelah sekian lama tinggal di bis & kota-kota kecil xD hahaa! Tim langsung berpencar. Makan di A&W atau KFC, beli BreadTalk, mengunjungi supermarket, membeli supplies yang habis untuk beberapa hari ke depan & mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan.
Sekitar pukul 5, kami berkumpul dan menuju ke pelabuhan, naik ke kapal yang akan membawa kami ke kota berikutnya. Di kapal, kami dibagi berpasangan untuk tidur di kamar-kamar berkapasitas 2 orang. Makan malam di kapal cukup seru, karena kami punya 3 pilihan menu: nasi kotak dari kapal, nasi kotak dari Manado, atau KFC dari tim. Setelah makan dan ngobrol-ngobrol dengan teman satu kamar, kami beristirahat, while the boat slowly took us to TAHUNA.
DAY 10: Tahuna & Tamako - day 1
Pukul 4-5 pagi, kami dibangunkan oleh suara orang berdoa yang disiarkan lewat central speaker. Mengucap syukur untuk perjalanan yang sudah ditempuh karena kami sudah sampai di Tahuna. Rasanya suara itu familiar. Teryata itu adalah Ps. Dan! Sama seperti sebelum kapal berangkat, beliau *magically* diminta untuk memimpin doa di kapal. Hehe bangga tapi bingung juga...
Tahuna letaknya ada di Pulau Sangir, kepulauan Sangihe, yang lokasinya sudah dekat dengan perbatasan ke Filipina! :)
Kami tiba 2 jam sebelum jam yang ditetapkan. Ternyata perjalanan kami hanya memakan waktu 10 jam, bukan 12 jam seperti yang diperhitungkan. But that's okay! Kami jadi punya sedikit waktu untuk beristirahat. Kami turun dari kapal, dan tim wanita langsung naik ke bus dan menuju ke penginapan, sementara tim pria harus menunggu barang-barang kami yang juga diangkut lewat kapal.
Kami makan pagi di penginapan. Sarapan pagi itu berupa nasi goreng + omelet dan roti bakar. Enak kalau di tambah sambal x_x hehe
Kami sempat mandi, kemudian langsung kami menuju ke tempat KKR kami. Bukan di Tahuna. Tapi berjarak 1.5 - 2 jam dari Tahuna, yaitu di sebuah kota kecil bernama Tamako. Bus yang kami gunakan kali ini jauh berkebalikan dari bis yang kami pakai dari Palu ke Manado. Bis pertama kami sangat nyaman, complete with its reclining seats and full air conditioning. Bis ini seat-nya lebih sedikit. ACnya hanya terasa sat kita membuka jendela, alias NO AC! Bahkan di beberapa titik, bagian dinding dalam bis terasa panas dari mesin bis.
Selama perjalanan di tempuh, sempat ada satu jembatan yang kami lewati. Jembatan itu hanya terbuat dari kayu. Jadi demi keamanan, sebagian penumpang *mostly the men* harus turun, membiarkan bis lewat dan berjalan kaki untuk kembali menaiki bis.
Jalan yang melika-liku dan naik turun kami tempuh, akhirnya kami tiba di Tamako. Cuaca SANGAT panas!
Dan kembali kami bertemu dengan panggung bambu :p
Di sini tim di bagi: Setting up panggung & mengunjungi pengobatan gratis.
Di pengobatan gratis, kembali kami berbincang, bahkan mendoakan para pasien. Beberapa mujizat-pun langsung bisa kami saksikan. PTL!!
Siang itu kami dijamu oleh penduduk sekitar dengan delicious seafood dishes.
Menjelang waktu KKR dimulai, awan mulai meneteskan air hujan. Hujan rintik-rintik, lama-lama semakin deras, dan menjadi hujan angin. Kami berdoa dan berdoa. Di panggung, (karena ada atap tratak) anak-anak yang sudah berkumpul untuk menonton panggung boneka akhirnya diajak untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Sepenuh hati mereka berdoa, bahkan tidak sedikit yang menangis. Begitu juga dengan kami. Sambil kami meringkas barang-barang yang sebagian besar elektronik, kami terus berdoa.
Akhirnya hujan mereda, dan kami segera memulai KKR. KKR kami yang paling sederhana dari seluruh trip, karena dilangsungkan tanpa LCD dan Lightings. Tapi suasana begitu hangat dan kami memuji Tuhan segenap hati. Seluruh peserta yang datang tampak sungguh-sungguh, dan walaupun kami basay kuyup dan juga lapangan rumput jadi becek, tidak ada yang mengeluh. Semua siap mengalami jamahan Tuhan!
PTL!
Malamnya, kami dijamu makan di sebuah rumah dekat lapangan KKR kami. Kemudian kami kembali ke Tahuna. Sekitar pukul 11.30 kami yang tadinya sempat kembali ke kamar masing-masing, kembali berkumpul karena kami harus berpisah dengan 2 member team kami, Ps. Dan dan drummer kami kak Kevin. Mereka akan kembali ke Pulau Jawa terlebih dahulu. Jadi kami saling bertukar kesan pesan dan saling mendoakan. Kami juga mengevaluasi hari itu, dan mempersiapkan diri untuk hari berikutnya.
DAY 11: Tahuna & Tamako - day 2
Walaupun semalam sempat hujan lagi, pagi ini cukup cerah. Kami melakukan morning devotion kira-kira pukul 6 selama kurang lebih 1 jam, kemudian makan pagi. Sarapan kami menunya sama dengan kemarin.
Kira-kira pukul 8 kami langsung berangkat ke Tamako. Hari ini agenda kami cukup seru. Kali ini tim dibagi jadi 3: Setting up *karena sebagian barang sudah diringkas karena hujan*, Pelayanan remaja No Apologies, dan kunjungan ke rutan Tamako. Semua kami lakukan dengan antusias *hopefully bukan karena hari terakhir yaa huehehe :p*
Kunjungan ke penjara (yang aku ikuti) sangat menarik. Ternyata penghuni rutan saat itu hanya 3 orang. Kami membawakan kebutuhan sederhana seperti pasta gigi, sabun, juga kami membelikan buku renungan untuk mereka. Kami melakukan persekutuan bersama penjaga/pengurus rutan dan ketiga penghuni rutan. Kami memberikan pengharapan pada mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka, dan bahwa walaupun mereka ada di sini, mereka tetap bisa punya masa depan yang cerah. Mereka tidak perlu patah semangat.
Setelah dari rutan, kami menikmati makan siang di rumah kemarin. Selama 2 hari ini, ada satu buah yang disediakan sebagai tambahan, yaitu buah nanas. Those pineapples were sweet, and juicy, and were just delightful! Cukup menyegarkan kami di hari yang panas ini.
Kalau dihitung-hitung, hari itu kami bisa sampai 14 jam tanpa AC. Mengandalkan angin dan awan untuk berteduh dan mendinginkan suhu. But we all survived! PTL!! Selama 2 hari di Tamako kami mungkin menghabiskan stock minuman dingin dan es yang dijual di Tamako x_x haha
Setelah makan siang, kami kembali ke lapangan, dan punya waktu untuk sejenak beristirahat di panggung yang beratap. Selain beristirahat, sebagian team melakukan prayer walk & juga bernyanyi. Banyak juga yang tidur, untuk menjaga stamina for the rest of the trip.
Ketika hari mulai sore, kami mulai bersiap. PTL, KKR hari ke-2 ini bisa berlangsung dengan baik, dan jumlah jemaat yang datang sangat banyak! Bahkan mujizat juga terjadi saat kami memulai pujian-penyembahan, sampai di saat kami berdoa untuk mereka.
Malamnya, kami untuk yang terakhir kali membereskan semua peralatan kami. Kali ini tapi agak berhati-hati, karena tidak semua alat masuk kembali ke tempat penyimpanannya seperti biasa. Setelah 6-7 kali melakukan rutinitas ini, hampir semua anggota team mulai punya tugas masing-masing dan menghafal cara maupun tempat penyimpanan perlengkapan yang kami bawa. Tapi, tidak semua alat yang kami bawa akan dibawa pulang ke LA atau Surabaya. Beberapa akan ditinggal, beberapa akan dijual di sini. Jadi dengan hati-hati team memilah-milah perlengkapan, supaya tidak ada yang tercampur.
Proses tear down kali ini memakan waktu lebih panjang dari biasanya. But it's okay! We knew we're going to somehow miss doing that, even though they were SO tiring x_x
Setelah itu kami kembali ke rumah di mana kami sudah disediakan makanan. Kami makan malam, berterimakasih pada tuan rumah, kemudian dengan tubuh yang lelah namun hati yang lega kembali ke Tahuna.
Our 'official' Mission trip had finished! Tapi ada satu hari lagi sebelum kami pulang...
to be continued...
No comments:
Post a Comment