Setelah 5 hari nunggu buku yang 'katanya akan sampe pas tanggal 17 - katanya dapet tanda tangan, tapi ternyata mengecewakan karena enggak dapet semua', akhirnya sampailah Gelombang!
Seneng sekali karena:
- nggak perlu nunggu 8 tahun untuk membaca kelanjutan seri Supernova ini dari buku sebelumnya, Partikel :D
- sudah lama nggak baca buku baru x_x
- KEREN sekaliiii :D
Menurutku Gelombang memang nggak se-kompleks Partikel *Walaupun favoritku masih berkutat antara KPBJ dan Petir... hmmm*
Tapi justru dalam 'kesederhanaannya' kita menemukan banyak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari buku lain, walaupun tentu saja muncul banyak pertanyaan baru.
Paling tidak, Gelombang sudah bisa memuaskan sedikit rasa ingin tahu dari pertanyaan, "Ini semua arahnya ke mana toh?", di saat 4 buku lainnya *menurutku* baru membeberkan kepingan-kepingan puzzle-nya dan sedikit clue.
Aku suka petualangan tokoh-tokoh di Supernova yang membawa mereka ke berbagai tempat yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka tidak terikat hanya di Indonesia, dan di kota-kota ikoniknya, tapi juga bisa sampai ke luar negeri, seperti ke Inggris dan Amerika.
Di buku Gelombang, Gio masih mendapati bahwa keberadaan Diva diragukan. Tokoh Dimas, Reuben, Zarah dan Elektra untuk sementara ini tidakk disebut-sebut. Namun, Bodhi sempat muncul nama-nya satu kali, dan membimbing tokoh utama Gelombang dalam pencariannya.
Ichon, atau lebih dikenal dengan nama Alfa, adalah tokoh utama Gelombang. Atau lebih tepatnya, dialah Gelombang. 'Permasalahannya' dengan tidur dan alam mimpi membawa dia kepada kenyataan bahwa itu semua justru bukanlah mimpi. Tugasnya sekarang adalah mencari 4 teman yang lain.
Intelegensi Embun Pagi akan menjadi penutup seri Supernova. Kapan terbitnya? Semoga secepatnya :p haha
Seperti biasa, gaya penulisan Dee yang sangat hati-hati dan enjoyable, smart and clever sangat membantu alur ceritanya untuk terus maju.
Recommended ONLY for all open-minded readers out there.
Cheers!
-*^^*-
No comments:
Post a Comment