Friday, October 31, 2014

Summer Mission 2014 (part 5)

DAY 12: Tahuna - day 3

Pagi itu AKHIRNYA kami tidak perlu bangun super pagi. Haha! Walaupun 'cukup istirahat' juga bukan istilah yang bisa dipakai. Pagi itu SEMUA anggota tim bersemangat, karena kami akan have fun today! Setelah 12 hari perjalanan dan pelayanan, hari ini kami khusus gunakan untuk bonding dan farewell :')

Seperti biasa, menu sarapan pagi itu adalah nasi goreng, telur dadar, dan roti bakar isi sprinkles. Kemudian, 6 orang termasuk aku berangkat terlebih dahulu untuk mengunjungi supermarket dan berburu *memborong* snack, minuman-minuman dingin, air, dan keperluan tim yang lain yang sudah menipis.

Mungkin kami 'kalap' karena setelah sekian lama akhirnya kami menemukan supermarket yang cukup besar *walaupun artinya juga cukup ramai dan padat*. Hasilnya, keranjang belanjaan kami terisi FULL. Haha, setelah itu di mobil kami bingung sendiri apakah kami sudah membeli terlalu banyak. Tapi kami happy-happy saja. Bukan cuma karena yakin snack akan toh habis dengan sendirinya, tapi kami managed to buy some treat JUST for the 6 of us ^^ hahaa

A quick Mini Magnum party in our car happened as we drove to this BEAUTIFUL beach!!

Di pantai, kami sudah ditunggu oleh teman-teman yang lain. Tidak hanya itu, es kelapa muda dengan gula jawa sudah menunggu kami!

Setelah berfoto-foto, main di pantai, ngobrol, nyemil, dan membersihkan sampah kami yang luar biasa banyaknya, kami menuju ke perhentian berikutnya.

Beberapa puluh menit berkendara *including berhenti sebentar karena ganti ban bis*, kami tiba di tempat yang pemandangannya sangat INDAH. Kami tiba di puncak gunung/bukit from which kami bisa melihat seluruh bagian kota Tahuna, mulai dari pantai sampai ke ke atas bukit ini. It was cold up there, but it was astonishing :) Isn't our God just awesome in creating such scenery? :)

Di tempat itu kami disediakan ikan bakar (yang sounds so fancy in English: Barbecued fish hihii) DAN, the most delicious, crispy, yummy, fried bananas! PISANG GORENG yang so humble, disajikan secara clever di sini. OMG! We were BLOWN away! Tapi tetap saja beberapa teman nggak bisa menahan rasa rindu-nya pada mie rebus sehingga mereka memesan mie rebus ke tuan rumahnya hehe :)

Karena hari mulai sore dan gelap, kami kembali ke pengingapan. Nggak sempat banyak mandi atau apa, kami langsung berkumpul lagi. (IF I'm not mistaken, kita kumpul untuk devotion.. Somehow I forgot x_x Correct me if I'm wrong please)

Kemudian kami makan malam nasi kotak, dan memulai acara 'begadang' kami.

Seperti dilakukan dari tahun ke tahun, semua anggota SM akan menceritakan pengalaman yang paling berkesan atau pembelajaran yang didapat dari SM. Masing-masing punya sekitar 5 menit untuk sharing, kemudian 3 teman lain akan memberi pendapat mereka tentang orang ini. Kemudian Ps. Mike akan mendoakan team member kami ini.

Sounds so quick and simple. Tapi jangan lupa, kami ber-25 kira-kira. Kalau satu orang kira-kira 10 menit, totalnya kami berkumpul 250 menit. 4 jam lebih! Padahal hari sudah cukup malam saat kami akhirnya memulai.

Tapi di sini kami belajar dari satu sama lain. Belajar dari pelajaran yang mereka pelajari. Belajar memberi respek pada yang berbicara, no matter how SLEEPY we were. *except yang sakit, tentu saja dapat kelonggaran :) * Belajar mengapresiasi satu sama lain atas hal terkecil yang mereka lakukan. For simply being a roommate. For being helpful and resourceful. For being so annoying it became funny :p . For being supportive, for offering assistance, for working so hard, for always praying for the team, for bringing joy, laughter, lightness, and tightness to the team. Basically, for being there.

Sambil terkantuk-kantuk, kami tertawa-tawa. Tapi akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba. Tidur 'subuh', kira-kira pukul 1:30am. Alarm sudah kami pasang pukul 4:30. But we were ready for the next day!!!



DAY 13: HOME
 4:30 kami bangun. Membereskan semua barang. Memilah barang kami sendiri, mana yang bisa ditinggal/dibuang supaya nggak memenuhi tas kami. Kemudian kami turun, di sambut sarapan yang kali ini hanya berupa roti bakar.

Kemudian bergotong royong kami menaikkan barang bawaan kami yang harus di bawa ke Jakarta/Surabaya/LA atau ditinggal di Tahuna (untuk dikirim lewat kapal) ke bis & truck. Bergegas kami segera juga naik ke bis, karena kali ini kami akan pulang naik pesawat dan kami harus check in dan membawa juga barang kami yang jumlahnya super.

Waktu kami pertama tiba di bandara, kami harus menunggu sebentar. Rupanya bandara belum siap. Tapi begitu siap, langsung kami menyerbu masuk beserta bawaan kami, dan berusaha check in. Suasana cukup chaotic, karena ruang bandara yang sangat kecil dan hanya ada 2 counter, padahal kami ber-20 lebih dan harus check in untuk 2x penerbangan. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya kami bisa masuk ke ruang tunggu.

Pukul 8 kira-kira, pesawat kami tinggal landas. Dari bandara Naha pesawat menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit ke Manado.

Di Manado, tim kami mulai berkurang. Ada beberapa members yang berasal dari Surabaya, akan terbang langsung dengan direct flight ke Surabaya, sementara the rest of us akan terbang ke Jakarta. Di bandara kami mengucapkan perpisahan. Lots of warm hugs and hand shakes and 'see you soon'.

Kami juga mulai bertukar notes terutama dengan teman-teman yang akan berpisah.

Jadi ada satu tradisi lain di SM yaitu menuliskan sedikit kesan pesan dan kata-kata penyemangat untuk satu sama lain. *Jujur saja, kebanyakan yang 'suka' menulis beginian tentu saja yang cewek-cewek hihii :p * Karena waktu tidak banyak sejak semalam untuk menuliskannya, jadi kami memprioritaskan menulis untuk teman-teman Surabaya dulu.

Setelah we said our goodbyes, kami langsung ke waiting room dan langsung - baca: langsung - masuk ke pesawat untuk flight berikutnya. It was that close; thankfully kami sudah bisa check in di Tahuna.

Flight berikutnya kami pakai untuk menulis notes for the rest of the team, dan tidur ^^

Sampai di Jakarta kurang lebih 3 jam berikutnya, kami akhirnya mengucapkan our goodbyes di tempat pengambilan bagasi Bandara Soekarno-Hatta. Again, lots of hugs and hand shakes. It was teary :') It was sad. But we knew it was not the end for us. Kami saling bertukar notes, janjian untuk bertemu, dan lain-lain.

Flightku sendiri bersama satu teman dari Semarang, kak Tirta, baru berangkat sekitar pukul 3. PTL, kami semua sampai di rumah masing-masing dengan safe and sound.

My mom and dad picked me up at the airport, with my sister waiting in the car. I was so HAPPY to see them again after 2 weeks :')

Tentu saja, setelah itu kami semua tidur kayak beruang hibernasi. BELASAN JAM di hari pertama, belasan jam lagi di hari kedua. Pegal-pegal di sana-sini. Tapi kami semua tahu, it was all worth it :)


One more part to go!

Summer Mission 2014 (part 4)

DAY 09: Bunaken - day 2

Setelah tidur yang cukup, pagi itu kami menikmati breakfast roti bakar, nasi goreng + telur/omelet. YUM! Kemudian team diberi pilihan yang sama-sama menggiurkan : melanjutkan istirahat ATAU melihat penyu! ^^

Tapi karena salah satu anggota team kami mysteriously ada bengkak di kakinya, Ps. Dan menyarankan dia untuk mengunjungi dokter di Manado. Kebetulan ada kapal yang akan bertolak ke Manado, mengantar 1 lagi teman kami yang menyelesaikan tripnya di sini.

Secara spontan aku menawarkan diri untuk menemani ke Manado dan ke rumah sakit. She was my roommate at the time after all, dan walaupun dia adalah wanita yang sangat kuat dan mandiri *hehee*, nggak tega lah membiarkan cewek, sendirian, dengan kaki yang bengkak, cari dokter sendiri dan have to get back to Bunaken sendirian.

Jadi kami mengunjungi sebuah rumah sakit dan menemui dokter. PTL, tidak butuh penanganan lebih lanjut, although she did have to take some medication and take it easy on her ankles.

Kami kembali ke Bunaken untuk makan siang dan mandi, kemudian kami semua kembali ke Manado untuk nanti berangkat ke kota berikutnya.

Di Manado, kami menunggu di mall. Seolah kembali ke peradaban setelah sekian lama tinggal di bis & kota-kota kecil xD hahaa! Tim langsung berpencar. Makan di A&W atau KFC, beli BreadTalk, mengunjungi supermarket, membeli supplies yang habis untuk beberapa hari ke depan & mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 5, kami berkumpul dan menuju ke pelabuhan, naik ke kapal yang akan membawa kami ke kota berikutnya. Di kapal, kami dibagi berpasangan untuk tidur di kamar-kamar berkapasitas 2 orang. Makan malam di kapal cukup seru, karena kami punya 3 pilihan menu: nasi kotak dari kapal, nasi kotak dari Manado, atau KFC dari tim. Setelah makan dan ngobrol-ngobrol dengan teman satu kamar, kami beristirahat, while the boat slowly took us to TAHUNA.



DAY 10: Tahuna & Tamako - day 1


Pukul 4-5 pagi, kami dibangunkan oleh suara orang berdoa yang disiarkan lewat central speaker. Mengucap syukur untuk perjalanan yang sudah ditempuh karena kami sudah sampai di Tahuna. Rasanya suara itu familiar. Teryata itu adalah Ps. Dan! Sama seperti sebelum kapal berangkat, beliau *magically* diminta untuk memimpin doa di kapal. Hehe bangga tapi bingung juga...

Tahuna letaknya ada di Pulau Sangir, kepulauan Sangihe, yang lokasinya sudah dekat dengan perbatasan ke Filipina! :)

Kami tiba 2 jam sebelum jam yang ditetapkan. Ternyata perjalanan kami hanya memakan waktu 10 jam, bukan 12 jam seperti yang diperhitungkan. But that's okay! Kami jadi punya sedikit waktu untuk beristirahat. Kami turun dari kapal, dan tim wanita langsung naik ke bus dan menuju ke penginapan, sementara tim pria harus menunggu barang-barang kami yang juga diangkut lewat kapal.

Kami makan pagi di penginapan. Sarapan pagi itu berupa nasi goreng + omelet dan roti bakar. Enak kalau di tambah sambal x_x hehe

Kami sempat mandi, kemudian langsung kami menuju ke tempat KKR kami. Bukan di Tahuna. Tapi berjarak 1.5 - 2 jam dari Tahuna, yaitu di sebuah kota kecil bernama Tamako. Bus yang kami gunakan kali ini jauh berkebalikan dari bis yang kami pakai dari Palu ke Manado. Bis pertama kami sangat nyaman, complete with its reclining seats and full air conditioning. Bis ini seat-nya lebih sedikit. ACnya hanya terasa sat kita membuka jendela, alias NO AC! Bahkan di beberapa titik, bagian dinding dalam bis terasa panas dari mesin bis.

Selama perjalanan di tempuh, sempat ada satu jembatan yang kami lewati. Jembatan itu hanya terbuat dari kayu. Jadi demi keamanan, sebagian penumpang *mostly the men* harus turun, membiarkan bis lewat dan berjalan kaki untuk kembali menaiki bis.

Jalan yang melika-liku dan naik turun kami tempuh, akhirnya kami tiba di Tamako. Cuaca SANGAT panas!
Dan kembali kami bertemu dengan panggung bambu :p

Di sini tim di bagi: Setting up panggung & mengunjungi pengobatan gratis.

Di pengobatan gratis, kembali kami berbincang, bahkan mendoakan para pasien. Beberapa mujizat-pun langsung bisa kami saksikan. PTL!!

Siang itu kami dijamu oleh penduduk sekitar dengan delicious seafood dishes.

Menjelang waktu KKR dimulai, awan mulai meneteskan air hujan. Hujan rintik-rintik, lama-lama semakin deras, dan menjadi hujan angin. Kami berdoa dan berdoa. Di panggung, (karena ada atap tratak) anak-anak yang sudah berkumpul untuk menonton panggung boneka akhirnya diajak untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Sepenuh hati mereka berdoa, bahkan tidak sedikit yang menangis. Begitu juga dengan kami. Sambil kami meringkas barang-barang yang sebagian besar elektronik, kami terus berdoa.

Akhirnya hujan mereda, dan kami segera memulai KKR. KKR kami yang paling sederhana dari seluruh trip, karena dilangsungkan tanpa LCD dan Lightings. Tapi suasana begitu hangat dan kami memuji Tuhan segenap hati. Seluruh peserta yang datang tampak sungguh-sungguh, dan walaupun kami basay kuyup dan juga lapangan rumput jadi becek, tidak ada yang mengeluh. Semua siap mengalami jamahan Tuhan!

PTL!

Malamnya, kami dijamu makan di sebuah rumah dekat lapangan KKR kami. Kemudian kami kembali ke Tahuna. Sekitar pukul 11.30 kami yang tadinya sempat kembali ke kamar masing-masing, kembali berkumpul karena kami harus berpisah dengan 2 member team kami, Ps. Dan dan drummer kami kak Kevin. Mereka akan kembali ke Pulau Jawa terlebih dahulu. Jadi kami saling bertukar kesan pesan dan saling mendoakan. Kami juga mengevaluasi hari itu, dan mempersiapkan diri untuk hari berikutnya.


DAY 11: Tahuna & Tamako - day 2

Walaupun semalam sempat hujan lagi, pagi ini cukup cerah. Kami melakukan morning devotion kira-kira pukul 6 selama kurang lebih 1 jam, kemudian makan pagi. Sarapan kami menunya sama dengan kemarin.

Kira-kira pukul 8 kami langsung berangkat ke Tamako. Hari ini agenda kami cukup seru. Kali ini tim dibagi jadi 3: Setting up *karena sebagian barang sudah diringkas karena hujan*, Pelayanan remaja No Apologies, dan kunjungan ke rutan Tamako. Semua kami lakukan dengan antusias *hopefully bukan karena hari terakhir yaa huehehe :p*

Kunjungan ke penjara (yang aku ikuti) sangat menarik. Ternyata penghuni rutan saat itu hanya 3 orang. Kami membawakan kebutuhan sederhana seperti pasta gigi, sabun, juga kami membelikan buku renungan untuk mereka. Kami melakukan persekutuan bersama penjaga/pengurus rutan dan ketiga penghuni rutan. Kami memberikan pengharapan pada mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka, dan bahwa walaupun mereka ada di sini, mereka tetap bisa punya masa depan yang cerah. Mereka tidak perlu patah semangat.

Setelah dari rutan, kami menikmati makan siang di rumah kemarin. Selama 2 hari ini, ada satu buah yang disediakan sebagai tambahan, yaitu buah nanas. Those pineapples were sweet, and juicy, and were just delightful! Cukup menyegarkan kami di hari yang panas ini.

 Kalau dihitung-hitung, hari itu kami bisa sampai 14 jam tanpa AC. Mengandalkan angin dan awan untuk berteduh dan mendinginkan suhu. But we all survived! PTL!! Selama 2 hari di Tamako kami mungkin menghabiskan stock minuman dingin dan es yang dijual di Tamako x_x haha

Setelah makan siang, kami kembali ke lapangan, dan punya waktu untuk sejenak beristirahat di panggung yang beratap. Selain beristirahat, sebagian team melakukan prayer walk & juga bernyanyi. Banyak juga yang tidur, untuk menjaga stamina for the rest of the trip.

Ketika hari mulai sore, kami mulai bersiap. PTL, KKR hari ke-2 ini bisa berlangsung dengan baik, dan jumlah jemaat yang datang sangat banyak! Bahkan mujizat juga terjadi saat kami memulai pujian-penyembahan, sampai di saat kami berdoa untuk mereka.

Malamnya, kami untuk yang terakhir kali membereskan semua peralatan kami. Kali ini tapi agak berhati-hati, karena tidak semua alat masuk kembali ke tempat penyimpanannya seperti biasa. Setelah 6-7 kali melakukan rutinitas ini, hampir semua anggota team mulai punya tugas masing-masing dan menghafal cara maupun tempat penyimpanan perlengkapan yang kami bawa. Tapi, tidak semua alat yang kami bawa akan dibawa pulang ke LA atau Surabaya. Beberapa akan ditinggal, beberapa akan dijual di sini. Jadi dengan hati-hati team memilah-milah perlengkapan, supaya tidak ada yang tercampur.

Proses tear down kali ini memakan waktu lebih panjang dari biasanya. But it's okay! We knew we're going to somehow miss doing that, even though they were SO tiring x_x

Setelah itu kami kembali ke rumah di mana kami sudah disediakan makanan. Kami makan malam, berterimakasih pada tuan rumah, kemudian dengan tubuh yang lelah namun hati yang lega kembali ke Tahuna.

Our  'official' Mission trip had finished! Tapi ada satu hari lagi sebelum kami pulang...

to be continued...

Thursday, October 30, 2014

Summer Mission 2014 (part 3)

DAY 06: Manado - day 2 & Langoan - day 1

Kira-kira pukul 06 pagi, kami dibangunkan untuk morning devotion. Dengan mata-mata yang masih mengantuk, sesungguhnya hati kami sudah siap untuk hari ini.

Sarapan di Manado hari ini berupa roti tawar dan selai atau margarin & sprinkles.

Pagi ini kami kedatangan pasokan tenaga baru! Ada 5 teman yang menyusul dan bergabung dengan team kami. Tapi kami belum sempat banyak berkenalan selain bertukar nama, karena acara pagi ini sudah menunggu.

Perhentian pertama kami adalah International Church Planting Institute (ICPI), Tomohon. Kebetulan fasilitas ini sedang tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, tapi tetap ada aktifitas di sana. Kami berkeliling, melihat-lihat ruangan kelas dan asrama, kemudian sempat berfoto bersama.

Lalu kami mampir ke sebuah supermarket, dan membeli kebutuhan bayi untuk perhentian kami berikutnya. Selain kebutuhan bayi, kami juga membeli snack dan minuman, karena makan siang kami hari itu masih agak lama.

Berikutnya kami berhenti di sebuah tempat yang kembali membuat kami terharu. Sebuah panti asuhan cacat ganda, di mana hampir semua anak-anak yang ada di sana menderita keterbelakangan mental, dan tidak bisa mengurus diri sendiri. Bahkan hanya untuk sekedar duduk di kursi roda, tubuh mereka harus diikat dengan selendang. Makanan mereka beberapa harus di blender, karena mereka hanya bisa langsung menelan. Kamar mandi mereka bentuknya tidak seperti kamar mandi. Tapi ada satu 'meja' di tengah ruangan dengan shower dari atas. Mereka dimandikan oleh perawat-perawat mereka. Padahal hampir semua dari mereka sudah bukan anak kecil lagi.

Di sini kami berusaha berkomunikasi dengan mereka. Mengelus tangan mereka, membelai kepala mereka, berharap somehow mereka bisa merasakan kasih yang kami bawa. Kami berdoa untuk mereka dan menyerahkan bantuan. Mata-mata yang merah dan basah terlihat di hampir semua anggota team.

Selain keadaan anak-anak panti asuhan yang menyentuh, sesungguhnya dedikasi para relawan yang ada di sana yang paling menyentuhku. Fasilitas panti asuhan dihias sedemikian rupa sehingga nyaman bagi anak-anak, padahal entah apa mereka bisa melihat dan merasakannya. Kesediaan mereka untuk melayani anak-anak, memandikan, menyuapi, mengantar tidur, menjaga mereka 24 jam sehari 7 jam seminggu. Mereka tidak punya kehidupan lain selain anak-anak itu. Mungkin mereka punya mimpi yang dikorbankan, demi melayani mereka. Amazing!

Dari panti asuhan, kami menuju ke Langoan. Sebuah kota di bukit, seperti Puncak atau Bandungan. Hal pertama yang kami perhatikan, kembali cuaca dan awan membuat kami sedikit khawatir akan hujan. Tapi PTL persiapan & KKR bisa berjalan lancar.

Selama persiapan, baru kami dapat kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman yang baru datang dan bring them up to speed with what we are doing.

Sebelum KKR, Ps. Dan insisted kalau kami makan dulu sebelum memulai KKR. Dan setelah selesai KKR pun, beliau menyuruh kami untuk terus bergegas-gegas merapihkan barang-barang dan naik ke bis secepatnya. Kebanyakan peralatan kami memang ditinggal malam itu, karena kami akan kembali lagi besok sore. Kamipun secepatnya menuju kembali ke Manado.

RUPANYA! Malam itu, kira-kira pukul 11.30 kami tiba di Manado, dan ternyata kami diajak ke sebuah tempat makan. OMG, pikir kami. Kami sudah siap tidur!! Tapi ternyata, kami masih diundang makan. Kamipun makan, dan terkejut!! xD makanan yang tersedia *mostly pork* sangat enak & worth sleeping a bit later.

If you're ever in Manado, you don't have to worry about food!


DAY 07: Manado - day 3 & Langoan - day 2

Hari Minggu pagi, walaupun semalam kami hanya tidur sedikit, kami tetap bangun pukul 6 dan morning devotion bersama. Setelah itu, kami makan pagi dan cepat-cepat menuju IFGF Manado. Band Frontline & Ps. Dan berkesempatan untuk melayani dalam ibadah raya pagi itu.

Kami sempat dikejutkan dengan lagu 'Happy Birthday' dan cake! Ternyata itu untuk 'Summer Mission' yang tahun ini genap berlangsung 25 kali!

Siang itu kami dijamu makan besar di IFGF Manado. One, whole, babi guling sudah tersedia untuk kami! Terdapat juga local delicacy berupa paniki *kelelawar*. Es buah juga kami nikmati siang itu.

Tapi tidak berlama-lama, karena kami harus kembali ke Langoan untuk set up panggung lagi & sebagian dari kami mengunjungi pengobatan gratis yang berlangsung di Langoan.

Di pengobatan gratis, kami berbincang-bincang dengan penduduk setempat yang mengantri. Kami mendengar cerita mereka, dan berdoa buat mereka. Hujan rintik-rintik mulai jatuh di saat ini. Kamipun bersehati, berdoa meminta cuaca yang cerah!

PTL, KKR kembali berjalan dengan lancar. Kami segera membereskan semua peralatan. Tapi sebelum kembali ke Manado, rupanya kami dijamu makan di rumah makan salah seorang jemaat. Rumah makan ini masih baru, tapi hari itu khusus ditutup untuk mempersiapkan makan malam untuk tim kami. What an honor. Menu malam itu sangat beragam dan enak. Tapi yang masih aku ingat *karena it reminded me of home* adalah Soto! Yum!


DAY 08: Bunaken - day 1

Pagi ini cukup berbeda, kami tidak usah bangun pukul 6! *PTL hihi*
Sarapan pagi inipun berbeda. Hari sebelumnya, tim konsumsi membelikan treats untuk team SM. Cup noodles!!!!! *It was definitely BETTER than the same plain white bread we ate 2 days in a row - though we are still thankful! :p *

Dan pagi itu energi yang terasa sangat berbeda. Yup! Hari ini kami akan beristirahat sejenak di BUNAKEN!

Taman Nasional Bunaken memang sudah terkenal untuk kecantikan alam bawah lautnya. Sia-sia rasanya kalau sudah jauh-jauh sampai Manado dan melewatkan tempat satu ini. Plus, kami punya satu hari extra, dari sebuah KKR yang juga di cancel karena tidak mendapat ijin.

Dari port di Manado, kami menuju ke Bunaken, ke salah satu penginapannya dengan naik kapal. Setelah menaruh barang, kami kembali ke kapal untuk menuju ke tempat persewaan alat snorkeling, dan berikutnya kami langsung menuju ke tempat yang sudah ditunggu-tunggu --> the snorkeling site!

It was beautiful. Awalnya snorkeling agak menakutkan untukku. Walaupun bisa berenang, arus laut yang jauh lebih kuat rasanya bisa menarikku away atau tenggelam x_x dan juga rasanya ada sesuatu yang menghimpit dan membuat aku susah bernafas dengan alat snorkeling. Tapi PTL I'm still alive :p

Lama-lama aku belajar untuk menikmati, dan hey! It was beautiful! The corals, the fishes, the colors were amazing. Kami membuka satu bungkus crackers untuk diberikan ke ikan-ikan. Kami juga menyewa photographer bawah laut untuk mengambil foto kami. Beberapa kejadian lucu membuat trip ini semakin seru.

Tidak lama, kami mengembalikan alat snorkeling dan kembali ke pengingapan. TAPI!
Kami disuruh bergegas makan siang *The menu was a delicious fish dish* karena ternyata kami akan pindah ke resort yang jauh lebih keren with a much better deal!! PTL!

Langsung kami berkemas dan naik kapal sebelum air laut surut. Kami kembali ke port tempat kami menyewa alat-alat snorkeling, tapi berjalan agak lebih jauh dari kios-kios persewaan, dan voila! The most beautiful resort, by the beach, with air conditioners & hot water & comfy beds.. Happy days!

Sadly though, our happy moments had to be paused, karena 3 team members harus meninggalkan team karena memang mereka hanya ikut separuh perjalanan. :( Setelah berdoa dan berbagi kesan dengan mereka, kami berpisah. :') Tapi satu semangat baru datang. Satu lagi team member baru datang, which is Ps. Mike! :)

Sore itu kami diperbolehkan beristirahat in our amazing rooms, tidur, mandi, bersih-bersih, kemudian bertemu sekitar waktu-waktu sunset untuk berfoto bersama *amazing photos, beautiful sunset!!*, dan berkumpul lagi untuk makan malam & devotion.

Seharusnya malam itu, management resort sedang mengadakan BBQ night. Tapi karena kedatangan kami yang tiba-tiba, pihak resort tidak dapat menyediakan BBQ sebanyak anggota team kami. Tapi tetap, walaupun hanya makanan 'biasa', dinner was amazing!!


Kira-kira pukul 9 kami mulai devotion dengan mata-mata yang berat, tapi kami benar-benar disegarkan secara spiritual.

Malam itu kami tidur ditemani suara paling merdu, suara ombak....

to be continued...

Summer Mission 2014 (part 2)

DAY 03: Popayato
Karena letak kota Popayato yang cukup jauh dari Tentena, dan juga adanya road block yang menghentikan perjalanan bus kami, kami harus puas menghabiskan pagi sampai siang hari di bis. Kesempatan yang lumayan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk hari itu.

Sarapan pagi di bis adalah roti yang dibeli kemarin.
Kemudian bagi yang butuh makan siang, maka menu yang ditawarkan adalah nasi + ayam goreng *yang sudah dingin karena suhu di bis sangat dingin x_x  tapi still quite filling*

Kami sempat berhenti di sebuah pom bensin untuk cuci muka - sikat gigi - ke toilet, hingga akhirnya hampir pukul 2 siang kami tiba di Popayato. Kota ini mayoritasnya beragama Islam, tapi ada sebuah desa, bernama desa Loundon, yang justru merupakan kantong Kristen. Di sinilah kami akan mengadakan KKR.

Siang, kami diundang untuk makan siang disebuah rumah yang hanya beberapa puluh meter jaraknya dari lapangan tempat kami akan mengadakan KKR.

Tempat KKR kami kali ini cukup berbeda. Pertama, panggung kami kali ini agak menarik. Kalau sebelumnya, 2 panggung kami terdiri dari kayu, panggung di Popayato sudah lebih modern.
Kedua, di ujung lain lapangan, masih terdapat binatang seperti babi dan ayam yang berkeliaran.

Setelah makan siang, tim langsung bergegas untuk mempersiapkan KKR. Semua tim bekerja, baik mempersiapkan panggung, maupun mencari minuman dingin untuk teman-teman yang bekerja keras. Sayangnya, hanya ada satu warung di dekat situ, dengan kapasitas kulkas dan persediaan minuman dingin yang terbatas.

Ada sebenarnya satu ibu penjual es krim yang datang. Langsung saja dagangannya kami beli habis. Ibu itu berjanji akan kembali lagi untuk membawa more ice cream, tapi ternyata es krim kami tidak pernah datang :(

Akhirnya tim konsumsi harus menuju ke pusat kota dengan mobil untuk mencari toko yang menjual minuman dingin dan es batu untuk menjaga suhu minuman.

Mandi sore dilakukan di beberapa tempat, salah satu nya di rumah penduduk yang berada persis di sebelah kanan lapangan.

Hari menjelang sore, dan KKR berlangsung. Yang menarik dari KKR ini, banyaknya anak-anak yang datang biasanya tidak mengganggu, tapi kali ini, karena mereka bermain di depan panggung, hal ini agak mengganggu pembicara dan peserta yang datang. Akhirnya sebagian anggota tim yang tidak bertugas harus mengalihkan perhatian mereka dan mengajak mereka bermain di tempat yang tidak mengganggu.

Malam itu kami makan malam di tempat kami makan tadi siang. Tapi suasana agak tegang malam itu. Masih belum jelas kenapa.

Kami hanya disuruh untuk cepat membereskan makan kami, dan naik ke bis, langsung pindah ke kota berikutnya, Lakeya.


DAY 04: Lakeya
Kami tiba di Lakeya subuh. Tapi belum jelas di mana kami akan tinggal. Rupanya ada banyak miskomunikasi. Salah satunya adalah bahwa kami tidak bisa mengadakan KKR di Lakeya seperti yang direncanakan - which is untuk 2 hari. Padahal kami dijadwalkan untuk menginap di sana.

Tapi kami tetap singgah di beberapa rumah dinas di kompleks perumahan sebuah pabrik gula. Seperti di Tentena, kami disuguhi teh panas subuh itu di rumah utama, dan setelahnya baru kami dibagi ke beberapa rumah untuk menaruh barang dan beristirahat sebentar. 2 kelompok group pria dan 1 group wanita.

Setelah itu kami berkumpul untuk devotion bersama. Baru di sini kami diceritakan mengenai hal-hal yang terjadi di Popayato. Di mana ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan kedatangan kami untuk mencari keuntungan bagi mereka sendiri. Tapi kami diingatkan bahwa kami ke sana untuk melayani.
Pagi itu di Lakeya kami memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan sharing. Pagi itu kami mulai lagi perjalanan kami dengan hati yang baru.

Setelah devotion, kami segera menuju ke rumah utama untuk makan pagi. Sarapan favorit semua anggota team: INDOMIE GORENG!! :D:D
Haha :p Lucu mengingat bagaimana di sana, makanan sederhana seperti indomie justru paling kami nikmati.

Setelah itu, karena hari masih sangat pagi, kami bisa beristirahat sampai siang. Mandi sore, baru setelah itu menuju ke lapangan tempat KKR berlangsung dan set up. Makan siang kami berupa nasi kotak, dan sore kami dibelikan oleh Ps. Dan nasi + ayam goreng yang sangat enak :p

KKR malam itu sangat berkesan buat aku. Peserta yang datang cukup banyak, dan walaupun nggak semuanya 'officially' menghadiri KKR (ada yang hanya berjualan). Tapi memuaskan buat aku, karena di kota Lakeya ini, sangat sedikit penduduknya yang beragama Kristen. Gereja hanya ada 1 di sini, itupun didirikan karena ada karyawan pabrik gula yang beragama Kristen. Jadi kesempatan bagi kami bahkan untuk bisa mengadakan KKR di sini sangat berharga, dan malam itu banyak jiwa-jiwa di selamatkan. PTL!

Malamnya, kami kembali ke rumah utama dan menikmati makan malam. 
Setelahnya, mengingat kami tidak bisa menginap lagi di Lakeya, diputuskan kalau kami akan langsung menuju ke kota berikutnya, MANADO!


DAY 05: Manado - day 1

Kembali karena jalanan macet dan jarak yang sangat jauh dari Lakeya ke Manado, kami baru tiba pukul 1 lebih. Kami langsung menuju ke rumah makan, dan merayakan ulang tahun seorang teman kami, Sharilyn! Dia mengikuti Summer Mission tahun ini bersama papanya. Sharilyn adalah anggota termuda tim kami, hari itu dia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-13! You can never be too young to serve Him!

Makan siang seafood yang sangat enak, ditemani es kelapa muda, harus kami santap secepat mungkin, karena kami harus mengurus barang-barang bawaan kami. Di Manado ini kami akan menginap, bus dan truck barang yang selama ini kami bawa dari Palu hanya berhenti sampai hari ini. Jadi kami harus memikirkan bagaimana kami akan menyimpan barang-barang kami. Akhirnya untuk sementara barang dititipkan di halaman belakang hotel tempat kami menginap. Kami hanya sempat check-in, karena harus cepat-cepat menuju ke tujuan berikutnya.

Tim kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Tim pertama: pelayanan anak-anak; Tim kedua: pelayanan remaja No Apologies; Tim ketiga: panti tuna netra. Kami melayani masing-masing kelompok selama kurang lebih 1 jam. Tim anak-anak bermain dan menyanyi bersama. Tim remaja menampilkan drama tentang No Apologies.

Kemudian kami dibawa ke sebuah tempat di pinggiran kota Manado. Lebih tepatnya ke TPA. Tempat Pembuangan Akhir. Di tempat pengumpulan sampah ini, ada sebuah pelayanan untuk anak-anak pemulung. Kami akan bergabung sebentar dan melayani mereka. Kami yang sudah 5 hari melakukan perjalanan sangat lelah, dan ingin segera beristirahat, apalagi begitu tahu kalau hotel tempat kami menginap sangat nyaman.

Tapi ternyata, di tempat ini kami malah diberkati.

Anak-anak di sini tidak tampak sedih, atau kecewa. Mereka tampak bersemangat. Terlihat dari antusiasme mereka menyambut kami, kekompakan mereka saat memuji Tuhan. Mereka tampak mengenakan pakaian sederhana, tapi kami tahu itu adalah pakaian terbaik mereka.

Kakak-kakak pembimbing di sini juga tampak sepenuh hati melayani mereka. Aku bersyukur masih banyak orang yang peduli dan bekerja keras menanamkan kasih Tuhan dan visi yang besar untuk anak-anak yang kurang beruntung. Indonesia punya masa depan yang cerah!

Tidak sedikit anggota team yang meneteskan air mata di tempat ini. Benar-benar kami tersentuh. Kami berdoa untuk mereka, memberi 2 topi 'Together Stronger' untuk mereka, dan beranjak ke tempat berikutnya dengan meninggalkan mimpi dan doa untuk mereka.

Dari suasana yang begitu mengharukan, kami di bawa ke tempat yang menggugah selera makan kami sampai ke batas maksimal!! :p
Soto rusuk babi, which is so freaking delicious!!!! Kuahnya enak, dagingnya lembut. Kami juga memesan iga goreng, delicious!! Hampir semua tambah 1-2 porsi lagi; it's that good.

Kami kembali ke hotel hari itu dengan hati yang sangat happy --> both karena makan enak dan pengalaman yang nggak akan terlupakan.

to be continued...


Wednesday, October 29, 2014

Summer Mission 2014 (part 1)

Summer mission sudah lewat beberapa bulan, but I miss this trip & my team so much! Here's a not so short recap of our trip :)


 -*^^*-

DAY 0: Orientation Day
Kita berkumpul di WHC, kira-kira pukul 3. Awalnya mungkin agak canggung, karena belum kenal satu sama lain..
Orientasi dimulai dengan doa, perkenalan, dan sharing singkat tentang ekspektasi kita tentang Summer Mission kali ini..
Mulai menghafalkan nama-nama anggota team, which was NOT an easy thing for me :p hahaa

Setelah doa, kita mulai mengurus hal-hal yang berkaitan dengan trip. Mulai berlatih dance, puppet show untuk children ministry, mulai berlatih musik, mengatur multimedia, dan yang paling penting, menyusun barang bawaan!

Kita berada di WHC sampai kira-kira pukul 12, kemudian kita load barang-barang ke bis yang membawa kita ke Bandara...

Di sana kita mulai check in dan mengurus bagasi, dan sambil menunggu check in counter yang belum buka (we were there like 1 or 2 am, and our flight was like 5 am), kita mendengar sharing dari temen-temen yang tadi datang terlambat, dan saling mencatat nomor HP anggota team.

Selama perjalanan kita semua di-assign barang bawaan, yang kita harus jaga dan pastikan kalau barang itu tidak ketinggalan saat kita berpindah-pindah kota.
Saat kita tiba di gate keberangkatan, kita mengantri paling depan, supaya barang-barang kita kebagian tempat di kabin pesawat. Sneaky, but had to be done!

sekitar 5am, we boarded to our first destination: Palu!


DAY 1: Palu
Pesawat banyak turbulence, dan angin bertiup sangat kencang oleh karena hujan deras saat kita akan mendarat. Interesting, Palu sudah tidak hujan selama 3 bulan, tapi tepat di pagi saat tim datang, hujan deras turun.

Tapi kita tidak patah semangat! Langsung kita menuju ke IFGF Palu, di mana KKR akan dilangsungkan di halaman depan gedung gereja baru yang sedang dibangun. Hari diawali dengan makan pagi, dilanjutkan dengan memulai setting up stage dan lain-lain, kemudian makan siang.

We were so blessed! Sore hari, pastor IFGF Palu membukakan beberapa kamar hotel untuk team kami bisa mandi :p setelah gantian mandi, kita mulai berkumpul lagi, sound check, berlatih dance, panggung boneka, dan bersiap untuk KKR pertama :D

Setiap KKR kita mulai dengan doa bersama. Sekitar pukul 6 kita mulai berdoa.
Dan pelajaran pertama Summer Mission di mulai di sini: Jangan lupa pake insect repellant sebelum langit gelap!
di tengah-tengah doa, langit memang dalam proses 'menjadi malam', dan nyamuk mulai berdatangan, alhasil tangan berhasil jadi korban gigitan nyamuk x_x
(3 weeks later and the marks were still there....)

Setelah itu kita mulai dengan children crusade pertama! Panggung boneka berhasil tampil dengan baik,
dilanjutkan dengan Concert + Crusade kita!

Awal nya kita pasti notice jumlah orang yang datang, tidak sebanyak yang kita harapkan.
But looking at the people that were coming, they were very expectant and they were blessed, and that's enough :)
Children Crusade berlangsung kira-kira 30 menit, dan concert+crusade kita kira-kira belangsung 2-2.5 jam :)

Setelah KKR selesai, langsung kita mulai tear everything down, pack semua barang yang kita bawa, dan bersiap untuk pindah kota. Tear Down kira-kira bisa berlangsung sampai 1.5 jam, karena banyak dan beratnya peralatan yang kita bawa. Peralatan di masukkan ke 2 buah truck besar. 

Sambil kita tear down, makan malam datang! FUN FACT: Makan pagi, makan siang, dan makan malam kita di kota Palu ini, terdiri dari menu yang sama x_x
Telur sambal, acar kuning, dan babi/ayam yang juga dimasak pedas + nasi putih dan air mineral gelas.
GREAT.

TAPI! PTL :p for dinner, Ps. Dan bought us KFC!! :D haha
We had dinner on the bus, and off we went to our next destination: Tentena!


(Our 1st night sleeping in the bus)



DAY 2: Tentena
Kita tiba di kota ini sekitar pukul 5 -6 pagi.

Kesan pertama: small town!
Kesan kedua: sinyal mana :(

Ternyata ternyata, sinyal beberapa provider (di luar pulau Jawa) cuma berhenti di kota-kota besar seperti Palu, dan begitu memasuki kota kecil seperti Tentena, sama sekali sinyal-nya hilang x_x

Bus berhenti di sebuah rumah jemaat yang menyediakan rumahnya untuk kami ambil-alih kunjungi. Kami menumpang mandi pagi, sambil disediakan teh panas untuk membangunkan kami. Kira-kira pukul 7, kami berkumpul di ruang tamu untuk berdoa bersama dan sharing. Jam 8, kami mulai menikmati makan pagi yang disediakan oleh tuan rumah. We were so lucky! It was a delicious breakfast!

Kemudian kami beranjak ke tempat KKR. Sebuah lapangan rumput yang sangat luas *yang ternyata nggak terlalu jauh dari rumah persinggahan kami*. Kami mulai mengulang kegiatan kemarin: set up speaker, alat musik, MIC, LCD, dll.

Sementara itu, orang yang ditunjuk menjadi PIC konsumsi dan P3K *aku salah satunya* berkesempatan melihat kota sambil mencari super/mini market untuk berburu snack & minuman dingin, serta obat-obatan buat teman-teman kami. Juga kami harus mencari makanan yang bisa disimpan untuk makan pagi di bis untuk hari besok. We ended up buying tons of breads :p

Menjelang siang, kami bergantian dibawa ke sebuah gereja yang sedang mengadakan pertemuan, untuk makan siang di sana. Ps. Dan mengisi pertemuan tersebut. Makan siang was very delicious as well! Disajikan di atas piring daun pisang :p

Setelah itu kami kembali ke rumah persinggahan untuk mandi sore *walaupun nggak banyak membantu --> begitu keluar, kena matahari, langsung keringetan lagi*

Kami kembali ke lapangan, bergantian menjaga peralatan dengan teman-teman yang makan/mandi.

Pukul 4 sore, KKR dilangsungkan. Diawali dengan Pujian Penyembahan dari tim musik setempat. Awan gelap menggantung di atas lapangan. Tapi Tuhan baik! Hujan nggak jatuh sampai kami KKR selesai.

Setelah KKR anak-anak dan Concert dilakukan, kembali kami meringkas barang-barang kami yang 2 truk banyaknya, kemudian walaupun jam sudah menunjukkan hampir pukul 10 malam, tuan rumah tempat persinggahan kami masih berkeras untuk menjamu kami makan malam. Tidak hanya makan malam biasa, but it was a feast! *Ada es buah yang jadi favorit semua anggota team!*

Dan nggak cuma makan malam yang disediakan, kami juga dibawakan bekal nasi+ayam goreng untuk perjalanan besok.

Seperti malam sebelumnya, kami naik ke bis, dan beristirahat, sambil supir mengantarkan kami ke kota berikutnya, Popayato!

to be continued...

Thursday, October 23, 2014

Gelombang - Dee Lestari

Setelah 5 hari nunggu buku yang 'katanya akan sampe pas tanggal 17 - katanya dapet tanda tangan, tapi ternyata mengecewakan karena enggak dapet semua', akhirnya sampailah Gelombang!

Seneng sekali karena:
- nggak perlu nunggu 8 tahun untuk membaca kelanjutan seri Supernova ini dari buku sebelumnya, Partikel :D
- sudah lama nggak baca buku baru x_x
- KEREN sekaliiii :D


Menurutku Gelombang memang nggak se-kompleks Partikel *Walaupun favoritku masih berkutat antara KPBJ dan Petir... hmmm*
Tapi justru dalam 'kesederhanaannya' kita menemukan banyak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari buku lain, walaupun tentu saja muncul banyak pertanyaan baru.

Paling tidak, Gelombang sudah bisa memuaskan sedikit rasa ingin tahu dari pertanyaan, "Ini semua arahnya ke mana toh?", di saat 4 buku lainnya *menurutku* baru membeberkan kepingan-kepingan puzzle-nya dan sedikit clue.

Aku suka petualangan tokoh-tokoh di Supernova yang membawa mereka ke berbagai tempat yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka tidak terikat hanya di Indonesia, dan di kota-kota ikoniknya, tapi juga bisa sampai ke luar negeri, seperti ke Inggris dan Amerika.

Di buku Gelombang, Gio masih mendapati bahwa keberadaan Diva diragukan. Tokoh Dimas, Reuben, Zarah dan Elektra untuk sementara ini tidakk disebut-sebut. Namun, Bodhi sempat muncul nama-nya satu kali, dan membimbing tokoh utama Gelombang dalam pencariannya.

Ichon, atau lebih dikenal dengan nama Alfa, adalah tokoh utama Gelombang. Atau lebih tepatnya, dialah Gelombang. 'Permasalahannya' dengan tidur dan alam mimpi membawa dia kepada kenyataan bahwa itu semua justru bukanlah mimpi. Tugasnya sekarang adalah mencari 4 teman yang lain.

Intelegensi Embun Pagi akan menjadi penutup seri Supernova. Kapan terbitnya? Semoga secepatnya :p haha


Seperti biasa, gaya penulisan Dee yang sangat hati-hati dan enjoyable, smart and clever sangat membantu alur ceritanya untuk terus maju.


Recommended ONLY for all open-minded readers out there.


Cheers!

-*^^*-

Monday, October 13, 2014

Talking to the Moon



One of my favorite phrase, turned into a song by Bruno Mars :) 

"Talking To The Moon"
 
Intro: E…

E
 I know you're somewhere out there
G#
Somewhere far away
    C#m              B
I want you back
    A 
I want you back
E
 My neighbors think I'm crazy
        G#
But they don't understand
           C#m        B
You're all I had
            A
You're all I had

[Chorus:]
F#m                              B                             F#m
   At night when the stars light up my room
                      B                      A B C#m
I sit by myself talking to the moon.
                          A B C#m
Trying to get to you
          A                         B             E            B       C#m   
In hopes you're on the other side talking to me too.
                  A                        B                              C#m    B
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?
          F#
Ohoooo...



E
 I'm feeling like I'm famous
     G#
The talk of the town
                C#m               B    
They say I've gone mad
               A
Yeah, I've gone mad

E
 But they don't know what I know
            G#  
Cause when the sun goes down
                   C#m           B
Someone's talking back
                        A  
Yeah, they're talking back
Ohhh


[Chorus:]
F#m                              B                             F#m
   At night when the stars light up my room
                      B                      A B C#m
I sit by myself talking to the moon.
                          A B C#m
Trying to get to you
          A                         B             E            B       C#m   
In hopes you're on the other side talking to me too.
                  A                    B                                  F#m       
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?



           E       F#m
Ahh... Ahh... Ahh...
C#m
 Do you ever hear me calling?
F#m    E         F#m
(Ahh... Ahh... Ahh...)
Oh ohh oh oh ohhh


            B                                             A B C#m
'Cause every night I'm talking to the moon
                                  A B C#m
Still trying to get to you
          A                         B             E            B       C#m   
In hopes you're on the other side talking to me too.
                  A                    B                                  C#m     B  
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?

       F#
Ohoooo...


E                         
  I know you're somewhere out there
G#
Somewhere far away




CHEERS!
-*^^*-