Karena letak kota Popayato yang cukup jauh dari Tentena, dan juga adanya road block yang menghentikan perjalanan bus kami, kami harus puas menghabiskan pagi sampai siang hari di bis. Kesempatan yang lumayan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk hari itu.
Sarapan pagi di bis adalah roti yang dibeli kemarin.
Kemudian bagi yang butuh makan siang, maka menu yang ditawarkan adalah nasi + ayam goreng *yang sudah dingin karena suhu di bis sangat dingin x_x tapi still quite filling*
Kami sempat berhenti di sebuah pom bensin untuk cuci muka - sikat gigi - ke toilet, hingga akhirnya hampir pukul 2 siang kami tiba di Popayato. Kota ini mayoritasnya beragama Islam, tapi ada sebuah desa, bernama desa Loundon, yang justru merupakan kantong Kristen. Di sinilah kami akan mengadakan KKR.
Siang, kami diundang untuk makan siang disebuah rumah yang hanya beberapa puluh meter jaraknya dari lapangan tempat kami akan mengadakan KKR.
Tempat KKR kami kali ini cukup berbeda. Pertama, panggung kami kali ini agak menarik. Kalau sebelumnya, 2 panggung kami terdiri dari kayu, panggung di Popayato sudah lebih modern.
Kedua, di ujung lain lapangan, masih terdapat binatang seperti babi dan ayam yang berkeliaran.
Setelah makan siang, tim langsung bergegas untuk mempersiapkan KKR. Semua tim bekerja, baik mempersiapkan panggung, maupun mencari minuman dingin untuk teman-teman yang bekerja keras. Sayangnya, hanya ada satu warung di dekat situ, dengan kapasitas kulkas dan persediaan minuman dingin yang terbatas.
Ada sebenarnya satu ibu penjual es krim yang datang. Langsung saja dagangannya kami beli habis. Ibu itu berjanji akan kembali lagi untuk membawa more ice cream, tapi ternyata es krim kami tidak pernah datang :(
Akhirnya tim konsumsi harus menuju ke pusat kota dengan mobil untuk mencari toko yang menjual minuman dingin dan es batu untuk menjaga suhu minuman.
Mandi sore dilakukan di beberapa tempat, salah satu nya di rumah penduduk yang berada persis di sebelah kanan lapangan.
Hari menjelang sore, dan KKR berlangsung. Yang menarik dari KKR ini, banyaknya anak-anak yang datang biasanya tidak mengganggu, tapi kali ini, karena mereka bermain di depan panggung, hal ini agak mengganggu pembicara dan peserta yang datang. Akhirnya sebagian anggota tim yang tidak bertugas harus mengalihkan perhatian mereka dan mengajak mereka bermain di tempat yang tidak mengganggu.
Malam itu kami makan malam di tempat kami makan tadi siang. Tapi suasana agak tegang malam itu. Masih belum jelas kenapa.
Kami hanya disuruh untuk cepat membereskan makan kami, dan naik ke bis, langsung pindah ke kota berikutnya, Lakeya.
DAY 04: Lakeya
Kami tiba di Lakeya subuh. Tapi belum jelas di mana kami akan tinggal. Rupanya ada banyak miskomunikasi. Salah satunya adalah bahwa kami tidak bisa mengadakan KKR di Lakeya seperti yang direncanakan - which is untuk 2 hari. Padahal kami dijadwalkan untuk menginap di sana.
Tapi kami tetap singgah di beberapa rumah dinas di kompleks perumahan sebuah pabrik gula. Seperti di Tentena, kami disuguhi teh panas subuh itu di rumah utama, dan setelahnya baru kami dibagi ke beberapa rumah untuk menaruh barang dan beristirahat sebentar. 2 kelompok group pria dan 1 group wanita.
Setelah itu kami berkumpul untuk devotion bersama. Baru di sini kami diceritakan mengenai hal-hal yang terjadi di Popayato. Di mana ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan kedatangan kami untuk mencari keuntungan bagi mereka sendiri. Tapi kami diingatkan bahwa kami ke sana untuk melayani.
Pagi itu di Lakeya kami memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan sharing. Pagi itu kami mulai lagi perjalanan kami dengan hati yang baru.
Setelah devotion, kami segera menuju ke rumah utama untuk makan pagi. Sarapan favorit semua anggota team: INDOMIE GORENG!! :D:D
Haha :p Lucu mengingat bagaimana di sana, makanan sederhana seperti indomie justru paling kami nikmati.
Setelah itu, karena hari masih sangat pagi, kami bisa beristirahat sampai siang. Mandi sore, baru setelah itu menuju ke lapangan tempat KKR berlangsung dan set up. Makan siang kami berupa nasi kotak, dan sore kami dibelikan oleh Ps. Dan nasi + ayam goreng yang sangat enak :p
KKR malam itu sangat berkesan buat aku. Peserta yang datang cukup banyak, dan walaupun nggak semuanya 'officially' menghadiri KKR (ada yang hanya berjualan). Tapi memuaskan buat aku, karena di kota Lakeya ini, sangat sedikit penduduknya yang beragama Kristen. Gereja hanya ada 1 di sini, itupun didirikan karena ada karyawan pabrik gula yang beragama Kristen. Jadi kesempatan bagi kami bahkan untuk bisa mengadakan KKR di sini sangat berharga, dan malam itu banyak jiwa-jiwa di selamatkan. PTL!
Malamnya, kami kembali ke rumah utama dan menikmati makan malam.
Setelahnya, mengingat kami tidak bisa menginap lagi di Lakeya, diputuskan kalau kami akan langsung menuju ke kota berikutnya, MANADO!
DAY 05: Manado - day 1
Kembali karena jalanan macet dan jarak yang sangat jauh dari Lakeya ke Manado, kami baru tiba pukul 1 lebih. Kami langsung menuju ke rumah makan, dan merayakan ulang tahun seorang teman kami, Sharilyn! Dia mengikuti Summer Mission tahun ini bersama papanya. Sharilyn adalah anggota termuda tim kami, hari itu dia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-13! You can never be too young to serve Him!
Makan siang seafood yang sangat enak, ditemani es kelapa muda, harus kami santap secepat mungkin, karena kami harus mengurus barang-barang bawaan kami. Di Manado ini kami akan menginap, bus dan truck barang yang selama ini kami bawa dari Palu hanya berhenti sampai hari ini. Jadi kami harus memikirkan bagaimana kami akan menyimpan barang-barang kami. Akhirnya untuk sementara barang dititipkan di halaman belakang hotel tempat kami menginap. Kami hanya sempat check-in, karena harus cepat-cepat menuju ke tujuan berikutnya.
Tim kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Tim pertama: pelayanan anak-anak; Tim kedua: pelayanan remaja No Apologies; Tim ketiga: panti tuna netra. Kami melayani masing-masing kelompok selama kurang lebih 1 jam. Tim anak-anak bermain dan menyanyi bersama. Tim remaja menampilkan drama tentang No Apologies.
Kemudian kami dibawa ke sebuah tempat di pinggiran kota Manado. Lebih tepatnya ke TPA. Tempat Pembuangan Akhir. Di tempat pengumpulan sampah ini, ada sebuah pelayanan untuk anak-anak pemulung. Kami akan bergabung sebentar dan melayani mereka. Kami yang sudah 5 hari melakukan perjalanan sangat lelah, dan ingin segera beristirahat, apalagi begitu tahu kalau hotel tempat kami menginap sangat nyaman.
Tapi ternyata, di tempat ini kami malah diberkati.
Anak-anak di sini tidak tampak sedih, atau kecewa. Mereka tampak bersemangat. Terlihat dari antusiasme mereka menyambut kami, kekompakan mereka saat memuji Tuhan. Mereka tampak mengenakan pakaian sederhana, tapi kami tahu itu adalah pakaian terbaik mereka.
Kakak-kakak pembimbing di sini juga tampak sepenuh hati melayani mereka. Aku bersyukur masih banyak orang yang peduli dan bekerja keras menanamkan kasih Tuhan dan visi yang besar untuk anak-anak yang kurang beruntung. Indonesia punya masa depan yang cerah!
Tidak sedikit anggota team yang meneteskan air mata di tempat ini. Benar-benar kami tersentuh. Kami berdoa untuk mereka, memberi 2 topi 'Together Stronger' untuk mereka, dan beranjak ke tempat berikutnya dengan meninggalkan mimpi dan doa untuk mereka.
Dari suasana yang begitu mengharukan, kami di bawa ke tempat yang menggugah selera makan kami sampai ke batas maksimal!! :p
Soto rusuk babi, which is so freaking delicious!!!! Kuahnya enak, dagingnya lembut. Kami juga memesan iga goreng, delicious!! Hampir semua tambah 1-2 porsi lagi; it's that good.
Kami kembali ke hotel hari itu dengan hati yang sangat happy --> both karena makan enak dan pengalaman yang nggak akan terlupakan.
to be continued...
No comments:
Post a Comment