Kira-kira pukul 06 pagi, kami dibangunkan untuk morning devotion. Dengan mata-mata yang masih mengantuk, sesungguhnya hati kami sudah siap untuk hari ini.
Sarapan di Manado hari ini berupa roti tawar dan selai atau margarin & sprinkles.
Pagi ini kami kedatangan pasokan tenaga baru! Ada 5 teman yang menyusul dan bergabung dengan team kami. Tapi kami belum sempat banyak berkenalan selain bertukar nama, karena acara pagi ini sudah menunggu.
Perhentian pertama kami adalah International Church Planting Institute (ICPI), Tomohon. Kebetulan fasilitas ini sedang tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, tapi tetap ada aktifitas di sana. Kami berkeliling, melihat-lihat ruangan kelas dan asrama, kemudian sempat berfoto bersama.
Lalu kami mampir ke sebuah supermarket, dan membeli kebutuhan bayi untuk perhentian kami berikutnya. Selain kebutuhan bayi, kami juga membeli snack dan minuman, karena makan siang kami hari itu masih agak lama.
Berikutnya kami berhenti di sebuah tempat yang kembali membuat kami terharu. Sebuah panti asuhan cacat ganda, di mana hampir semua anak-anak yang ada di sana menderita keterbelakangan mental, dan tidak bisa mengurus diri sendiri. Bahkan hanya untuk sekedar duduk di kursi roda, tubuh mereka harus diikat dengan selendang. Makanan mereka beberapa harus di blender, karena mereka hanya bisa langsung menelan. Kamar mandi mereka bentuknya tidak seperti kamar mandi. Tapi ada satu 'meja' di tengah ruangan dengan shower dari atas. Mereka dimandikan oleh perawat-perawat mereka. Padahal hampir semua dari mereka sudah bukan anak kecil lagi.
Di sini kami berusaha berkomunikasi dengan mereka. Mengelus tangan mereka, membelai kepala mereka, berharap somehow mereka bisa merasakan kasih yang kami bawa. Kami berdoa untuk mereka dan menyerahkan bantuan. Mata-mata yang merah dan basah terlihat di hampir semua anggota team.
Selain keadaan anak-anak panti asuhan yang menyentuh, sesungguhnya dedikasi para relawan yang ada di sana yang paling menyentuhku. Fasilitas panti asuhan dihias sedemikian rupa sehingga nyaman bagi anak-anak, padahal entah apa mereka bisa melihat dan merasakannya. Kesediaan mereka untuk melayani anak-anak, memandikan, menyuapi, mengantar tidur, menjaga mereka 24 jam sehari 7 jam seminggu. Mereka tidak punya kehidupan lain selain anak-anak itu. Mungkin mereka punya mimpi yang dikorbankan, demi melayani mereka. Amazing!
Dari panti asuhan, kami menuju ke Langoan. Sebuah kota di bukit, seperti Puncak atau Bandungan. Hal pertama yang kami perhatikan, kembali cuaca dan awan membuat kami sedikit khawatir akan hujan. Tapi PTL persiapan & KKR bisa berjalan lancar.
Selama persiapan, baru kami dapat kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman yang baru datang dan bring them up to speed with what we are doing.
Sebelum KKR, Ps. Dan insisted kalau kami makan dulu sebelum memulai KKR. Dan setelah selesai KKR pun, beliau menyuruh kami untuk terus bergegas-gegas merapihkan barang-barang dan naik ke bis secepatnya. Kebanyakan peralatan kami memang ditinggal malam itu, karena kami akan kembali lagi besok sore. Kamipun secepatnya menuju kembali ke Manado.
RUPANYA! Malam itu, kira-kira pukul 11.30 kami tiba di Manado, dan ternyata kami diajak ke sebuah tempat makan. OMG, pikir kami. Kami sudah siap tidur!! Tapi ternyata, kami masih diundang makan. Kamipun makan, dan terkejut!! xD makanan yang tersedia *mostly pork* sangat enak & worth sleeping a bit later.
If you're ever in Manado, you don't have to worry about food!
DAY 07: Manado - day 3 & Langoan - day 2
Hari Minggu pagi, walaupun semalam kami hanya tidur sedikit, kami tetap bangun pukul 6 dan morning devotion bersama. Setelah itu, kami makan pagi dan cepat-cepat menuju IFGF Manado. Band Frontline & Ps. Dan berkesempatan untuk melayani dalam ibadah raya pagi itu.
Kami sempat dikejutkan dengan lagu 'Happy Birthday' dan cake! Ternyata itu untuk 'Summer Mission' yang tahun ini genap berlangsung 25 kali!
Siang itu kami dijamu makan besar di IFGF Manado. One, whole, babi guling sudah tersedia untuk kami! Terdapat juga local delicacy berupa paniki *kelelawar*. Es buah juga kami nikmati siang itu.
Tapi tidak berlama-lama, karena kami harus kembali ke Langoan untuk set up panggung lagi & sebagian dari kami mengunjungi pengobatan gratis yang berlangsung di Langoan.
Di pengobatan gratis, kami berbincang-bincang dengan penduduk setempat yang mengantri. Kami mendengar cerita mereka, dan berdoa buat mereka. Hujan rintik-rintik mulai jatuh di saat ini. Kamipun bersehati, berdoa meminta cuaca yang cerah!
PTL, KKR kembali berjalan dengan lancar. Kami segera membereskan semua peralatan. Tapi sebelum kembali ke Manado, rupanya kami dijamu makan di rumah makan salah seorang jemaat. Rumah makan ini masih baru, tapi hari itu khusus ditutup untuk mempersiapkan makan malam untuk tim kami. What an honor. Menu malam itu sangat beragam dan enak. Tapi yang masih aku ingat *karena it reminded me of home* adalah Soto! Yum!
DAY 08: Bunaken - day 1
Pagi ini cukup berbeda, kami tidak usah bangun pukul 6! *PTL hihi*
Sarapan pagi inipun berbeda. Hari sebelumnya, tim konsumsi membelikan treats untuk team SM. Cup noodles!!!!! *It was definitely BETTER than the same plain white bread we ate 2 days in a row - though we are still thankful! :p *
Dan pagi itu energi yang terasa sangat berbeda. Yup! Hari ini kami akan beristirahat sejenak di BUNAKEN!
Taman Nasional Bunaken memang sudah terkenal untuk kecantikan alam bawah lautnya. Sia-sia rasanya kalau sudah jauh-jauh sampai Manado dan melewatkan tempat satu ini. Plus, kami punya satu hari extra, dari sebuah KKR yang juga di cancel karena tidak mendapat ijin.
Dari port di Manado, kami menuju ke Bunaken, ke salah satu penginapannya dengan naik kapal. Setelah menaruh barang, kami kembali ke kapal untuk menuju ke tempat persewaan alat snorkeling, dan berikutnya kami langsung menuju ke tempat yang sudah ditunggu-tunggu --> the snorkeling site!
It was beautiful. Awalnya snorkeling agak menakutkan untukku. Walaupun bisa berenang, arus laut yang jauh lebih kuat rasanya bisa menarikku away atau tenggelam x_x dan juga rasanya ada sesuatu yang menghimpit dan membuat aku susah bernafas dengan alat snorkeling. Tapi PTL I'm still alive :p
Lama-lama aku belajar untuk menikmati, dan hey! It was beautiful! The corals, the fishes, the colors were amazing. Kami membuka satu bungkus crackers untuk diberikan ke ikan-ikan. Kami juga menyewa photographer bawah laut untuk mengambil foto kami. Beberapa kejadian lucu membuat trip ini semakin seru.
Tidak lama, kami mengembalikan alat snorkeling dan kembali ke pengingapan. TAPI!
Kami disuruh bergegas makan siang *The menu was a delicious fish dish* karena ternyata kami akan pindah ke resort yang jauh lebih keren with a much better deal!! PTL!
Langsung kami berkemas dan naik kapal sebelum air laut surut. Kami kembali ke port tempat kami menyewa alat-alat snorkeling, tapi berjalan agak lebih jauh dari kios-kios persewaan, dan voila! The most beautiful resort, by the beach, with air conditioners & hot water & comfy beds.. Happy days!
Sadly though, our happy moments had to be paused, karena 3 team members harus meninggalkan team karena memang mereka hanya ikut separuh perjalanan. :( Setelah berdoa dan berbagi kesan dengan mereka, kami berpisah. :') Tapi satu semangat baru datang. Satu lagi team member baru datang, which is Ps. Mike! :)
Sore itu kami diperbolehkan beristirahat in our amazing rooms, tidur, mandi, bersih-bersih, kemudian bertemu sekitar waktu-waktu sunset untuk berfoto bersama *amazing photos, beautiful sunset!!*, dan berkumpul lagi untuk makan malam & devotion.
Seharusnya malam itu, management resort sedang mengadakan BBQ night. Tapi karena kedatangan kami yang tiba-tiba, pihak resort tidak dapat menyediakan BBQ sebanyak anggota team kami. Tapi tetap, walaupun hanya makanan 'biasa', dinner was amazing!!
Kira-kira pukul 9 kami mulai devotion dengan mata-mata yang berat, tapi kami benar-benar disegarkan secara spiritual.
Malam itu kami tidur ditemani suara paling merdu, suara ombak....
to be continued...
No comments:
Post a Comment