Saturday, September 23, 2017

23 September 2017

AKHIRNYA temperatur musim panas!
26-30 derajat, terlalu panas mungkin untuk beberapa (banyak) orang, tapi malah pas untukku. Mungkin angin agak terlalu kencang, tapi menolong pejalan kaki menemukan sedikit kesejukan.

Mood lagi super baik juga :D
Walaupun tempat yang pengen dikunjungi tutup, yang impromptu seru juga.
Ice cream tiramisu di cuaca panas, 'secret menu' Starbucks favoritku berhasil kudapatkan, fish and chips - dengan kentang goreng yang (literally) sepiring penuh.

Semakin hari, aku semakin belajar bahwa bukanlah hal-hal besar yang membuat kita bahagia. Justru kebahagiaan itu ditemukan di hal-hal kecil yang signifikan, yang mengantar kita ke tempat-tempat tinggi dan tidak pernah kita bayangkan. Kebahagiaan ditemukan saat kita memaknai - atau juga memberi makna - pada setiap kebaikan yang kita lihat, terima, rasakan. Menghitungnya.

Masih jauh rasanya aku dari apa yang ingin aku raih. 'Apa' bentuknya pun aku belum tahu. Dan jauh lebih mudah untuk menyerah, ikut saja mengalir. Toh pada akhirnya, mungkin aliran ini baik. Tapi kalau aku bisa menerjang arus sedikit, mencapai tempat-tempat yang tidak biasa, kenapa tidak? Malah harusnya begitu, kan, supaya tidak ada penyesalan. Paling tidak mencoba, sekuat tenaga.

Hari-hari yang dihidupi 'lebih' dari sekedar untuk diri sendiri. Hidup untuk membawa dampak, membawa perubahan positif untuk orang-orang di sekitar kita, bangsa negara, teman, sahabat, dan keluarga. Itu hidup yang 'menentang arus'. Hidup yang tidak melulu mudah, tapi 'penuh'.

Memikirkannya saja aku sudah kewalahan - tidak bisa melakukannya sendiri.


Di situlah Dia memanggil.
Dia sudah memberi makna untuk hidup ini - tinggal dihidupi saja.
Dia sudah memberi arah - tinggal dijalani saja.
Dia yang memberi kebebasan untuk memilih, Dia bahkan yang memberi hidup, Dia menanggil.
Dia akan memberi kekuatan untuk menjalani bagian-bagian sulit, sukacita di hari-hari yang berat, tapi damai yang melinpah di tengah segala kekacauan.

Aku rindu mengenal Dia lebih lagi.
Aku rindu mengenal karakternya lebih dalam,
Aku rindu berjalan dengannya lebih dekat.
Aku rindu membawa hormat kepada-Nya.

Belajar menghitung berkat dan sukacita,
Belajar untuk menantang arus, satu langkah demi satu langkah,
Membagikan yang aku punya, mencipta, mencinta, berkarya,
Sambil menimba dari-Nya.
Hidup penuh.



Udara musim panas mengingatkanku pada rumah. Aku sudah begitu rindu rumah.
Tapi di sini, aku sedang belajar mengenali arus, belajar menghadang riak arus kecil; semoga sebentar lagi aku tahu bagaimana menghadapi perubahan yang besar dengan cara yang benar.
Tidak mudah, tapi justru karena itulah aku ada di sini. Dan aku mau memilih untuk bersyukur. Mengangkat mataku dan memandang keindahan yang bisa kunikmati di sini, meskipun merindukan kehangatan yang lain.


Satu harapanku,
Aku tidak hanya berminpi, berangan, dan menulis - berandai.
Aku harap tiap tingkah laku dan gerakku juga berbicara dan beraksi.

Hidup penuh.


Essay yang (sedikit banyak) 'ngalor ngidul' di hari yang sangat menyenangkan, tenang, dan teduh, di tengah kebosanan dan kegelapan balik panggung :)


Cheers!

-*^^*-

No comments:

Post a Comment