Monday, August 21, 2017

17 Agustus 2017

Rasanya kurang puas hari ini. Kurang bisa ikut merayakan kemeriahan hari peringatan kemerdekaan negara sendiri.
Tidak sempat pakai batik atau baju merah putih, tidak sempat makan makanan khas Indonesia, tidak sempat menonton upacara bendera secara utuh, seperti tahun-tahun sebelumnya..
Baru kali ini Indonesia terasa begitu jauh.


Tapi banyak momen-momen kecil yang kutemui hari itu, membuat aku sangat bersyukur.
Seperti waktu aku bangun di pagi hari, dan doa pertama yang aku panjatkan adalah ucapan syukur untuk tujuh puluh dua tahun negeriku.
Seperti waktu sempat, dari dalam tram, mengintip teman-teman yang berkesempatan mengibarkan bendera merah-putih di negara orang. Di tengah lapangan, ditonton oleh begitu banyak orang dari berbagai belahan dunia, puluhan orang Indonesia berkumpul, dan 3 bendera merah putih dikibarkan oleh beberapa pelajar berseragam putih.
Seperti waktu melihat pakaian-pakaian adat yang ramai-ramai dipakai di Istana.
Seperti waktu menyadari bahwa kali ini, perayaan di Istana bisa dihadiri oleh hampir semua mantan presiden dan wakil presiden, suami-isteri.
Seperti waktu menyimak berbagai post di Instagram dan Facebook, berisikan semangat perjuangan dan harapan-harapan untuk Indonesia.
                Indonesia bukan lagi masalah jarak atau tempat.
                Indonesia adalah hati.


Doaku sendiri:
Semoga bangsa yang besar ini semakin diberkati, dan bisa menjadi berkat.
Semakin kreatif, progresif, tanpa kehilangan kerendah-hatian dan kesantunannya.
Semakin kaya dalam hasil alam, kultur budaya, dan sumber daya manusia.
Semakin bijak dan berakhlak, semakin semangat belajar dan membaca, semakin tidak malu untuk berinovasi dan bersuara.
                Indonesia.
                Di sana tempat lahir beta
                Dibuai, dibesarkan bunda
                Tempat berlindung di hari tua

                Sampai akhir menutup mata.


(21/08/17)

-*^^*-

No comments:

Post a Comment