Monday, April 18, 2016

"Intelegensi Embun Pagi" - Dee Lestari *SPOILER Alert!*

I ordered the book when I was still in Indo, and had to feel the agony of waiting for my book to 'arrive' while others had finished their journey!
But nevertheless, the book did arrive and I embarked on this journey. And what an amazing journey it is!
Sengaja nggak ikut 'begadang IEP' atau apalah itu, karena nggak rela buku yang sudah ditunggu sekian lama ini cepat selesai. Jadi dibagi, dibaca dalam beberapa hari (hampir 2 minggu). Dan antisipasi cerita-ending over the few days that I was reading malah membuat proses membacanya semakin seru.


Awalnya agak shock dengan bahasa yang sedikit beda dari buku-buku sebelumnya. Contohnya, cara memanggil 'Toni', 'Sati' jelas beda dengan nama 'Mpret' dan titel 'Ibu' yang biasa dipakai Elektra. Tapi it's a really good hint on what's coming.

And what's coming is crazy!!
Semua yang kita (pikir kita) tahu diputar balik, dan semua karakter-karakter mendapat their moment to shine.  (yay!) Semua yang unimaginable terjadi, hubungan-hubungan terbangun dan kandas, pertayaan-pertanyaan terjawab. This book is really an epic journey.

Pertama, panjangnya. Dengan panjang segitu, entah gimana cara Dee bikin pembaca nggak bosan. Pasti gaya penulisannya yang selalu cerdas, tapi juga cerita yang pas pace-nya. Nggak banyak berputar di satu topik dan karakter; secukupnya saja, tapi benar-benar membawa kita ke dalam dunia dan pemikiran tiap karakter. Membuat kita merasakan apa yang mereka rasakan - walaupun tidak tentu terang-terangan di tulis.

I learned a lot about consistency from Supernova as a whole dan dari IEP. Bagaimana Dee konsisten memakai voice yang sama untuk dunia tiap karakter walaupun sudah loncat-loncat antar buku. Dan continuity yang remarkable dari KPBJ sampai IEP.. Detill-detil terhaluspun punya peran. Super keren!
Tapi nggak hanya dalam tulisannya, tapi juga proses menulis. Belum pernah aku liat 'langsung' proses menulisnya sebuah buku - yang ternyata quite lengthy and takes a long time - tapi Dee stayed on it, wrestled with it, and gave us the most story and journey. WOW.

I also learned how patient she is! Di KPBJ, Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang, nggak ada hint kalau IEP akan jadi segini epik. Mungkin memang karena bayangannya belum 100% jadi. Tapi sama sekali nggak ada hint di buku-buku sebelumnya kalau orang ini ternyata begini, dan dia akan jadi seperti itu. Butuh kesabaran ekstra saat kita sudah tahu sebuah informasi (yang super keren & exciting begitu) untuk nggak memberi terlalu banyak hints dan foreshadowing.

What I love most about this book is the ending, actually :)
*SPOILER ALERT* menurutku sangat bittersweet :') tapi justru itulah ending yang paling cocok untuk perjalanan ini. Kalau sedih, rasanya 15 tahun menanti ini akan terlalu sia-sia. Kalau senang, kok kayaknya cuma asal-pembaca-senang. Bittersweet ini pas. Dan cerita mereka nggak berhenti di sini, itu yang paling aku suka. Kita selesai mengikuti perjalanan mereka, tapi mereka masih punya cerita lanjutan. It doesn't feel like the world is ending! :D Kita hanya terlepas dan rel yang tadinya berdampingan.

If you have spare time and want to embark on an amazing reading marathon, then I HIGHLY RECOMMEND the Supernova series! Dimulai dari KPBJ, terus secara urut sampai IEP. In fact, I might do that myself over the holiday :D

Dee, terima kasih untuk 6 buku yang luar biasa! Terima kasih sudah bergulat dengan tema-tema yang nggak mudah ini (apalagi di dunia Reuben & Dimas!) dan menyajikan some of Indonesia's best books of all time! You're an absolute inspiration!

CHEERS!
-*^^*-

No comments:

Post a Comment